Newest Post

Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan

Super Konjungsi Venus - Jupiter 28 Juni - 3 Juli 2015

| Senin, 29 Juni 2015
Baca selengkapnya »
Konjungsi adalah Peristiwa dimana berdekatannya Objek langit jika dilihat Relatif Dari Pengamat (Bumi). Dalam Beberapa Peristiwa Konjungsi, bukan hanya 2 Benda langit saja, Namun Bisa lebih dari 3. Tetapi, Karena Cahaya yang ada pada benda langit tersebut sangat redup, maka sangat sulit untuk dilihat seperti Konjungsi Pluto-Bulan Dan Konjungsi Uranus/Neptunus-Bulan. - See more at:
Konjungsi Venus-Jupiter Tahun Ini akan Jatuh Tepat Pada tanggal 28 Juni - 3 Juli 2015 dan puncaknya sendiri pada tanggal 1 Juli 2015. Bahkan Kita Bisa Memotret Venus Dan Jupiter Menggunakan teleskop secara bersamaan dan dapat melihat pemandangan indah Awan Tebal Venus bersamaan dengan 2 Garis Jupiter dan 4 Bulan Galilea nya.

Super Konjungi Venus-Jupiter melalui Stellarium


Pada Tanggal 1 Juli 2015, Venus Akan berada pada jarak 0,51 SA dari bumi dengan Magnitudo -4.15. Ini setara dengan Sebuah lampu Berdaya 25 Watt diletakkan sejauh 250 Meter. Planet Jupiter sendiri akan berada pada jarak sekitar 6.08 SA dari bumi dengan Magnitudo -1.36. pada saat berkonjungsi, kedua benda ini akan terlihat sangat kontras di Gelapnya langit Malam.
Perlu dicatat bahwa kedua benda langit ini akan terlihat disebelah barat tepat sesudah matahari terbenam dan terlihat sebagai 2 bintang sangat cerah Tanpa Kerlipan.

Fenomena ini semakin lengkap Karena adanya Full moon tepat tanggal 1 Juli, jadi, sempatkan untuk melakukan pengamatan ya !. (Astrofisika State/Oskha Liza)



Reblog from: http://astrofisikastate.blogspot.com/2015/06/menuju-super-konjungsi-venus-dan-jupiter.html

Super Konjungsi Venus - Jupiter 28 Juni - 3 Juli 2015

Posted by : yuliarie11
Date :Senin, 29 Juni 2015
With 0komentar

Jadwal Kunjungan Malam Observatorium Boscha Bandung Tahun 2015

| Selasa, 24 Maret 2015
Baca selengkapnya »
Adakah teman-teman yang berminat untuk mengunjungi Observatorium Bosscha di malam hari?
Ada kesempatan buat ngintip melalui beberapa teleskopnya lho.
Silakan lihat di sini dan pesan tempat (yang sangat terbatas) sekarang juga.

1. Acara jam 17.00-20.00 WIB, mohon datang tepat waktu.
2. Jumlah pengunjung dibatasi hanya 200 orang per malam.
3. Pengunjung wajib mendaftar sebelumnya. Rombongan sekolah mengajukan surat resmi, sedangkan keluarga/perorangan via telepon ke022-2786001 (hari dan jam kerja).
4. Biaya Rp 20.000,- per orang.
5. Jika mendung atau hujan, kegiatan tetap berjalan namun tanpa pengamatan dengan teleskop.
6. Teleskop yang digunakan adalah teleskop Bamberg dan portable, bukan teleskop yang di film Petualangan Sherina. Teleskop itu hanya dapat dikunjugi namun tidak digunakan untuk umum.
7. Selengkapnya kunjungi http://bosscha.itb.ac.id/in/kunjungan



Source: duniaastronomi.com

Jadwal Kunjungan Malam Observatorium Boscha Bandung Tahun 2015

Posted by : yuliarie11
Date :Selasa, 24 Maret 2015
With 0komentar

Fenomena Astronomi yang Tidak Boleh Dilewatkan di Tahun 2015

| Sabtu, 17 Januari 2015
Baca selengkapnya »
Di tahun 2015 ini, ada banyak sekali event atau fenomena astronomi yang tidak boleh dilewatkan (selain hujan meteor). Beberapa diantaranya adalah:




1. Bulan Purnama Apogee, 4 Februari 2015
Bulan purnama apogee terjadi dimana Bulan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Karena berada di titik terjauh, maka bulan purnama kali inipun akan terlihat lebih kecil dan lebih redup dari bulan purnama pada umumnya. Bulan purnama kali ini berdiamater 29,54 menit busur atau menjadi yang terkecil dan teredup ke-2 selama tahun 2015.

2. Oposisi Jupiter, 7 Februari 2015
Oposisi jupiter terjadi saat Matahari-Bumi-Jupiter berjejer berurutan. Pada hari ini Jupiter akan terlihat sepanjang malam di sisi yang berseberangan dengan Matahari. Dengan kata lain, Jupiter akan terbit di timur ketika Matahari terbenam di barat, di meridian ketika tengah malam, dan tenggelam di barat ketika Matahari terbit di timur. Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang dengan magnitudo -2,6. Dengan teleskop, Jupiter akan terlihat sedang purnama. Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati Jupiter.

3. Bulan Purnama Apogee, 6 Maret 2015
Bulan kembali mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Bulan purnama kali ini berdiameter sudut hanya 29,39 menit busur atau terkecil dan teredup selama tahun 2015. Bulan purnama yang lebih kecil dan redup dari ini baru akan terjadi pada 27 Januari 2032. Bulan purnama yang berukuran kecil dan bersinar temaram tentu menarik untuk disaksikan.

4. Gerhana Matahari Total, 20 Maret 2015
Pada 20 Maret 2015, akan terjadi gerhana matahari total dimulai pkl. 16.09.33 WIB dan berakhir pukul 17.21.22 WIB yang dapat dilihat di wilayah Eropa, Afrika Utara dan Asia Utara. Sayangnya gerhana matahari ini tidak dapat terlihat di wilayah manapun di Indonesia. Namun Indonesia dapat menikmati indahnya gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 di Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah.

5. Gerhana Bulan Total, 4 April 2015
Seluruh Indonesia kembali akan menyaksikan gerhana bulan total saat senja. Ini adalah gerhana bulan pertama dari dua gerhana bulan tahun ini. Sayangnya pada gerhana bulan berikutnya yang terjadi pada 28 September 2015 tidak ada satupun wilayah Indonesia yang dapat menyaksikan. Praktis ini adalah satu-satunya kesempatan menyaksikan gerhan bulan di Indonesia selama tahun 2015. Gerhana bulan ini akan berlangsung antara pukul 17:15 s/d 20:45 WIB untuk fase gerhana sebagian. Sedangkan untuk fase gerhana total akan berlangsung antara 18:54 s/d 19:06 WIB.

6. Bulan Purnama Apogee, 4 April 2015
Bersamaan dengan gerhana bulan total, Bulan pun akan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Kali ini Bulan akan berdiamater 29,65 menit busur atau menjadi yang terkecil dan teredup ke-3 selama tahun 2015. Pemandangan bulan purnama yang berukuran kecil dan redup ditambah sedang dalam gerhana bulan total tidak boleh dilewatkan.

7. Oposisi Saturnus, 23 Mei 2015
Setelah Jupiter, kini giliran Saturnus yang berjajar lurus dengan Bumi dan Matahari. Saturnus akan terlihat sepanjang malam di sisi yang berseberangan dengan matahari. Saturnus akan terlihat sebagai bintang putih terang dengan magnitudo 0. Dengan teleskop, Saturnus akan terlihat purnama dihiasi oleh cincinnya. Ini adalah waktu terbaik mengamati Saturnus.

8. Istiwa' Adhom, 28 Mei 2015
Pada 28 Mei pukul 16:18 WIB Matahari berada tepat di atas Ka'bah, kiblat umat muslim. Jadi dengan menghadap ke arah Matahari akan sama artinya dengan menghadap tepat ke arah kiblat. Dan juga seluruh pangkal bayangan benda yang berdiri tegak pun akan mengarah ke arah kiblat. Dengan begitu peristiwa ini dapat digunakan untuk mengoreksi atau meluruskan arah kiblat bagi seluruh umat muslim secara praktis dan akurat. Peritiwa ini akan kembali terulang pada tanggal 16 Juli 2015.

9. Elongasi Maksimum Venus, 7 Juni 2015
Venus mencapai ketinggian maksimum di langit barat saat senja. Ketinggiannya mencapai 45,4 derajat dari Matahari. Venus terlihat sebagai bintang putih sangat terang dengan magnitudo -4,3. Dengan ketinggian maksimum dan cahaya sangat terang, Venus tentu sangat menawan untuk diamati. Setelah itu, ketinggian Venus akan berkurang hingga akhirnya berada di sisi Matahari sehingga tak terlihat pada pertengahan Agustus 2015 dan setelah itu akan terlihat kembali di langit timur saat fajar.

10. Konjungsi Venus dan Jupiter, 1 Juli 2015
Lagi-lagi pada waktu senja di langit barat akan terlihat dua bintang terang saling berdekatan. Kedua bintang itu adalah "jelmaan" dari Venus sebagai bintang putih sangat terang bermagnitudo -4,4 dan Jupiter sebagai bintang putih terang bermagnitudo -1,8. Keduanya akan terlihat sangat dekat dengan jarak sekitar 20,1 menit busur atau hanya sekitar 2/3 diamater bulan.

11. Komet Pan-STARRS (C/2014 Q1) Kemungkinan Terlihat, 7 Juli 2015
Komet Pan-STARRS (C/2014 Q1) baru di temukan pada pertengahan tahun 2014. Diperhitungkan komet ini akan mencapai titik terdekat dari Matahari sejauh 0,315 AU pada hari ini. Dengan jaraknya yang cukup dekat, komet ini diperkirakan akan mencapai terang maksimum hingga magnitudo 3,1. Itu artinya, meski tidak sangat terang, komet ini masih bisa terlihat secara langsung. Komet ini bisa diamati di langit barat sesaat setelah matahari terbenam.

12. Bulan Purnama Perigee, 30 Agustus 2015
Kebalikan dari bulan purnama apogee, bulan purnama perigee terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama di dekat titik terdekat dari Bumi atau perigee. Dengan jaraknya yang lebih dekat, maka bulan purnama perigee akan terlihat lebih besar dan terang. Bulan purnama perigee kali ini berdiamater sudut 33,27 menit busur atau menjadi yang terbesar dan terterang ke-2 selama tahun 2015.

13. Gerhana Matahari Sebagian, 13 September 2015
Sama seperti gerhana bulan total pada tanggal 20 Maret 2015, peristiwa gerhana matahari sebagian ini tidak dapat di amati di wilayah manapun di Indonesia. Gerhana matahari ini terjadi di wilayah bumi bagian utara.

14. Bulan Purnama Perigee, 28 September 2015
Bulan kembali mencapai fase purnama di dekat titik terdekat dari Bumi atau apogee. Kali ini Bulan berdiamater sudut hingga 33,47 menit busur atau menjadi yang terbesar dan terterang selama tahun 2015. Bulan purnama yang lebih besar dan terang dari ini baru akan terjadi pada 14 November 2016. Pemandangan bulan purnama yang besar dan terang tentu akan sangat mempesona untuk disaksikan.

15. Elongasi Maksimum Venus, 26 Oktober 2015
Kini Venus ada di ketinggian maksimumnya di langit timur saat fajar. Ketinggiannya mencapai 46,6 derajat dari Matahari. Venus akan terlihat sebagai bintang putih sangat terang dengan magnitudo -4,4. Dengan ketinggian maksimum dan cahayanya yang sangat terang akan membuat Venus sangat mudah dan indah untuk diamati. Setelah hari ini Venus akan perlahan-lahan semakin rendah hingga berada di sisi Matahari hingga mulai terlihat di langit barat saat senja pada pertengahan tahun 2016.

16. Konjungsi Venus dan Jupiter, 26 Oktober 2015
Venus dan Jupiter kembali terlihat berdekatan, namun kali ini di langit timur waktu fajar. Venus yang berada di ketinggian maksimum akan terlihat sebagai bintang putih sangat terang bermagnituo -4,4 dan Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang bermagnitudo -1,8. Keduanya terlihat terpisah sejauh 1 derajat atau hampir 2 kali diamater sudut bulan.

17. Bulan Purnama Perigee, 27 Oktober 2015
Bulan kembali akan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau perigee. Kali ini bulan purnama akan berdiamater 33,24 menit busur atau menjadi yang terbesar dan terterang ke-3 pada tahun 2015. Bulan purnama perigee kali ini hanya sedikit lebih kecil dari bulan purnama perigee pada 30 Agustus 2015.

18. Konjungsi Venus, Jupiter dan Mars, 28 Oktober 2015
Kini 3 planet sekaligus, yakni Venus, Jupiter dan Mars, akan terlihat berdekatan. Venus masih terlihat sebagai bintang putih sangat terang bermagnitudo -4,4, Jupiter terlihat sebagai bintang putih terang bermagnitudo -1,8 dan Mars terlihat sebagai bintang merah terang bermagnitudo 1,7. Venus akan terlihat berada diantara Jupiter dan Mars dimana jarak Venus ke kedua planet sekitar 2,5 derajat.








Source: dari berbagai sumber

Fenomena Astronomi yang Tidak Boleh Dilewatkan di Tahun 2015

Posted by : yuliarie11
Date :Sabtu, 17 Januari 2015
With 0komentar

Hujan Meteor yang Tidak Boleh Dilewatkan di Tahun 2015

|
Baca selengkapnya »
Di tahun 2015 ini, ada banyak sekali event atau fenomena astronomi yang tidak boleh di lewatkan. Salah satunya adalah fenomena hujan meteor atau meteor shower.




Hujan meteor yang akan terjadi di tahun 2015 ini, diantaranya adalah:

1. Hujan meteor Quadrantids, 3-4 Januari 2015
Sayang sekali hujan meteor ini sudah lewat ketika postingan ini di publish. Namun, sekadar info tentang hujan meteor Quadrantids ini bisa menghasilkan sekitar 120 meteor per jam, dan puncak hujan meteor ini cenderung berlangsung hanya beberapa jam, dan tidak selalu datang pada waktu yang tepat.

Titik radian hujan meteor ini adalah rasi bintang Bootes. Anda akan menemukan Bootes dekat Big Dipper (rasi bintang Biduk) atau di langit Timur Laut mulai setelah tengah malam sampai terbit fajar. Karena rasi bintang Bootes terlalu condong ke Utara bagi pengamat di Indonesia, meteor-meteor yang melintas tidak sebanyak di belahan Bumi Utara. Namun akan tetap ada 10-20 meteor per jam. Selain itu, tahun ini hujan meteor Quadrantids bersamaan dengan bulan yang hampir purnama, sehingga semakin menyulitkan pengamatan.

2. Hujan meteor Lyrids, 22-23 April 2015
Hujan meteor Lyrid berlangsung dari sekitar tanggal 16 hingga 25 April 2015. Meteor pada hujan meteor Lyrid cenderung terang dan sering meninggalkan jejak asap. Sekitar 10-20 meteor per jam akan muncul pada puncaknya.
Titik radian hujan meteor Lyrids adalah dekat bintang Vega di rasi Lyra yang berada di meridian utara waktu menjelang fajar. Beruntung Bulan sedang dalam fase sabit awal sehingga akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan ada menghalagi pengamatan.

3. Hujan meteor Eta Aquarids, 5-6 Mei 2015
Hujan meteor Eta Aquarids berlangsung antara tanggal 19 April s/d 28 Mei 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat 10 hingga 50 meteor tiap jam. Titik radian hujan meteor Eta Aquarids adalah dekat bintang Eta Aquarius di rasi Aquarius yang berada di arah timur setelah tengah malam hingga matahari terbit. Namun Bulan yang baru mencapai fase purnama 4 hari sebelumnya kemungkinan masih cukup terang sehingga menghalangi terlihatnya meteor-meteor redup.

4. Hujan meteor Delta Aquarids, 28-29 Juli 2015
Hujan meteor Delta Aquarids berlangsung antara tanggal 8 Juli s/d 19 Agustus 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam. Titik radian hujan meteor Delta Aquarids adalah arah rasi Aquarius yang berada tepat di atas pada waktu dini hari. Sayangnya Bulan yang menjelang purnama akan cukup terang dan menggangu terlihatnya meteor-meteor redup saat pengamatan.

5. Hujan meteor Perseids, 12-13 Agustus 2015
Inilah hujan meteor terbaik tahun 2015. Hujan meteor Perseids berlangsung antara tanggal 17 Juli s/d 24 Agustus 2015. Puncaknya yang berada di tengah musim kemarau dan Bulan menjelang fase baru akan membuat langit malam cerah dan gelap gulita sehingga meteor-meteor redup sekalipun terlihat jelas. Diperkirakan Perseids yang tercatat sebagai hujan meteor paling banyak menghasilkan fireball ini akan menghasilkan hingga 100 meteor tiap jam saat puncaknya. Titik radian hujan meteor Perseids adalah arah rasi Perseus yang berada di timur laut setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit.

6. Hujan meteor Draconids, 8-9 Oktober 2015
Titik radian untuk hujan meteor Draconid hampir bertepatan dengan kepala dari rasi bintang Draco di langit utara. Itu sebabnya belahan Bumi Utara menjadi lokasi terbaik pengamatan hujan meteor ini. Hujan meteor Draconid adalah hujan meteor yang "lesu". Tahun 2014 yang lalu, hanya ada 5-10 meteor per jam saat puncaknya. Jadi, berharaplah tahun ini berubah menjadi spektakuler!

7. Hujan meteor Orionids, 21-22 Oktober 2015
Hujan meteor Orionids berlangsung antara tanggal 2 Oktober s/d 7 November 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat hingga 25 meteor tiap jam. Titik radian hujan meteor Orionids adalah arah rasi Orion yang berada tepat di atas waktu dini hari. Bulan yang baru meninggalkan fase kuartir awal akan terbenam tidak lama setelah lewat tengah malam sehingga tidak akan menggangu pengamatan.

8. Hujan meteor Taurids, 5-6 November 2015
Hujan meteor ini tidak memiliki intensitas yang besar. Diprediksi hanya akan ada 5 hingga 10 meteor per jam saat puncaknya. Hujan meteor ini muncul dari rasi bintang Taurus. Hujan meteor ini kadang menciptakan fireball yang menakjubkan jika Anda sabar mengamatinya.

9. Hujan meteor Leonids, 17-18 November 2015
Hujan meteor Leonids berlangsung antara tanggal 10 s/d 23 November 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat 10 hingga 20 meteor tiap jam. Meteor Leonids akan terlihat melesat dari arah rasi Leo yang berada di timur setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Bulan yang menjelang fase kuartir awal akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan menggangu pengamatan.

10. Hujan meteor Geminids, 13-14 Desember 2015
Geminids adalah hujan meteor berlangsung antara tanggal 7 s/d 17 Desember 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat hingga 90 meteor tiap jam. Meteor Geminids akan terlihat melesat dari arah rasi Gemini yang berada di barat waktu dini hari hingga menjelang matahari terbit. Bulan yang sedang fase sabit awal akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan menggangu pengamatan.

11. Hujan meteor Ursids, 22-23 Desember 2015
Hujan meteor Ursids berlangsung antara tanggal 17 s/d 23 Desember 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat hingga 10 meteor per jam. Titik radian hujan meteor Ursids adalah rasi Ursa Minor yang berada di langit bagian utara sehingga pengamat yang berada pada lintang selatan akan sulit mengamatinya. Selain itu, hujan meteor Ursids bertepatan dengan fase bulan purnama, sehingga akan mengganggu terlihatnya meteor-meteor redup.







Source: dari berbagai sumber

Hujan Meteor yang Tidak Boleh Dilewatkan di Tahun 2015

Posted by : yuliarie11
Date :
With 1 komentar:

Hujan Meteor Geminids 2014

| Sabtu, 13 Desember 2014
Baca selengkapnya »


Bulan Desember adalah bulan dengan pemandangan langit paling indah. Mengapa saya bisa mengatakan seperti itu?

Ada beberapa alasan. Yang pertama adalah karena akan ada banyak kembang api yang menghiasi langit pada hari terakhir di bulan ini. Yang kedua adalah karena adanya hujan meteor Geminids. Alasan lainnya karena ada banyak fenomena langit lainnya yang bisa diamati di bulan penghujung tahun ini.

Yang sangat saya sukai adalah karena adanya hujan meteor Geminids yang terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, saya mengulas tentang hujan meteor Geminids tahun ini.

Hujan meteor Geminids berasal dari sisa pecahan asteroid 3200 Phaethon yang merupakan asteroid yang telah punah. Bumi melintasi puing-puing bekas pecahan 3200 Phaethon setiap tahunnya pada bulan Desember sehinga banyak pecahan dari puing-puing tersebut yang memasuki atmosfer Bumi dan terlihat sebagai hujan meteor. Pecahan 3200 Phaethon terbang dari rasi Gemini tepatnya di dekat bintang Castor dan Pollux, bintang paling cerah di rasi Gemini.

Hujan meteor Geminids pertama kali terlihat pada akhir abad ke-19, tak lama setelah perang sipil di Amerika berakhir. Pada saat pertama muncul, hujan meteornya masih lemah dan tidak terlalu menarik perhatian. Pada saat itu debu yang masuk atmosfer Bumi itu hanya bergerak dengan kecepatan 130000 km/jam. Di masa itu, sama sekali tak nampak kalau hujan meteor ini akan berlangsung setiap tahun. Yang menarik, saat ini hujan meteor Geminids merupakan salah satu hujan meteor yang cukup kuat dan menarik perhatian para pengamat. Bahkan ia semakin kuat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh gravitasi Jupiter yang berlaku pada aliran puing-puing Phaethon dan menyebabkan mereka bergeser mendekati orbit Bumi. Meteor Geminids sendiri masih tergolong meteor dengan kecepatan menengah pada kisaran 35 km / detik, sehingga akan mudah dikenali di bentangan langit malam.

Hujan meteor Geminids dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia. Rasi Gemini yang menjadi arah munculnya hujan meteor terbit sejak Matahari terbenam. Namun, ketika terbit rasi Gemini akan berada di horison barat. Oleh karena itu, ada baiknya pengamatan dilakukan beberapa jam setelah matahari terbenam.

Di tahun 2014 ini, hujan meteor Geminids berlangsung sejak tanggal 4 Desember namun baru akan mencapai puncaknya di tanggal 13-14 Desember 2014. Setelah itu, hujan meteor Geminid akan terus berlangsung sampai dengan tanggal 17 Desember. Menurut perkiraan International Meteor Organization, meteor yang akan terlihat bisa mencapai 120 meteor per jam pada puncaknya tanggal 14 Desember jam 16.00 UT atau jam 23.00 wib. Tapi kamu tetap bisa menikmati puncak hujan meteor Geminids sepanjang malam pada tanggal 13 dan 14 Desember.

Untuk mengamati hujan meteor Geminids, dibutuhkan lokasi yang memiliki bidang pandang yang luas, dan bebas dari polusi cahaya. Selain itu, cuaca juga harus cerah tanpa awan. Bisa dibayangin kan kalo mengamati hujan meteor ketika hujan atau pun ketika langit berawan. Tidak akan terlihat apa-apa di langit. Hehehe...

Pengamatan hujan meteor Geminids tahun ini akan cukup mudah dilakukan karena pada saat puncaknya yaitu pada tanggal 13-14 Desember, cahaya bulan tidak akan mengganggu pengamatan. Bulan sedang berada pada fase kuartir akhir, yang meskipun masih cukup terang, namun bulan baru akan terbit setelah tengah malam sehingga para pengamat langit bisa mengamati puncak hujan meteor yang terpisah 90 derajat dari arah terbitnya Bulan. Para pengamat langit tidak dianjurkan untuk menggunakan alat bantuan optik (kecuali kacamata) dalam pengamatan hujan meteor. Pengamatan hujan meteor berbeda dengan pengamatan planet, bintang, ataupun benda langit lainnya, karena datangnya hujan meteor tidak dapat di duga arah dan waktunya. Oleh karena itu, dibutuhkan bidang pandang yang luas di langit malam.


Selamat menikmati fenomena yang indah ini ^_^


Source: langitselatan.com dan kafeastronomi.com

Hujan Meteor Geminids 2014

Posted by : yuliarie11
Date :Sabtu, 13 Desember 2014
With 0komentar

Fenomena Astronomi yang Akan Terjadi Tahun 2014

| Jumat, 14 Februari 2014
Baca selengkapnya »
Yak, walaupun udah telat nih postingnya, tapi tetap di-share juga hehehe
Ini nih fenomena astronomi menarik yang akan terjadi di tahun 2014 ini..
Selamat menikmati ^_^




4 Januari 2014, Hujan Meteor Quadrantid

Hujan meteor Quadrantid termasuk hujan meteor mayor/besar. Meskipun Quadrantid dapat menghasilkan lebih dari 100 meteor per jam, puncaknya cenderung berlangsung hanya beberapa jam.
Dengan kata lain, Anda harus berada di tempat yang tepat di Bumi untuk melihat hujan meteor ini. Titik radian atau rasi bintang munculnya hujan meteor ini adalah rasi bintang Kwadran Muralis yang muncul di langit Timur Laut setelah tengah malam hingga Matahari terbit.


20 Maret 2014, Bintang Terang Regulus Akan Lenyap Untuk Sementara

Suatu peristiwa langit yang sangat langka diperkirakan akan hadir ketika sebuah asteroid secara singkat akan menyembunyikan salah satu bintang paling terang di langit dari pandangan kita. Asteroid yang dimaksud adalah 163 Erigone dan Regulus . Fenomena ini akan terlihat disepanjang jalur yang memiliki lebar 40 mil dari New York City ke Oswego di Amerika Serikat, dan terus ke barat laut Ontario, Kanada.
Untuk melihat fenomena ini,anda tidak perlu menggunakan teleskop atau teropong (sayangnya di Indonesia tidak terlihat).
Regulus akan kembali terlihat sekitar 12 detik kemudian. Walaupun singkat,tapi ini tetap menjadi fenomena astronomi yang sangat langka.


14-15 April 2014, Mars Dan Gerhana Bulan

Mars akan mendekat ke Bumi pada jarak 57.400.000 mil (92.400.000 km).Ini adalah pendekatan Mars terdekat dengan Bumi sejak 2008 silam. Sepanjang malam, Mars akan menyerupai bintang yang menyilaukan yang bersinar dengan warna api, kecerahannya akan menyamai Sirius, bintang yang paling terang dari semua bintang di langit malam Bumi.


22 April 2014, Hujan Meteor Lyrid

Hujan meteor Lyrud berlangsung dari sekitar tanggal 16-25 April. Meteor di hujan meteor Lyrid cenderung lebih terang dan sering meninggalkan jejak seperti asap/kabut.
Intensitasnya 10-20 meteor per jam. Muncul di dekat bintang terang Vega di rasi bintang Lyra, yang terbit di Timur Laut di sekitar jam 22.00 waktu setempat.


28-29 April 2014, Gerhana Matahari Cincin

Yang Kemungkinan Hanya Dapat Dilihat Oleh Pinguin Gerhana Annular (cincin) ini mungkin hanya akan disaksikan oleh Pinguin, pasalnya karena akan terjadi di wilayah tak berpenghuni di Wilkes Land di Antartika. Sebuah gerhana matahari parsial juga akan terlihat di Australia.


5-7 Mei 2014, Hujan Meteor Eta Aquarid

Hujan meteor ini cukup mudah diamati dan puncaknya paling lama di antara hujan meteor lain. Anda dapat mengamati hujan meteor Eta Aquarid selama 2 malam.
Muncul di rasi bintang Aquarius dan direkomendasikan untuk menonton mulai pukul 04:00 waktu setempat. Intensitasnya 10 sampai 20 meteor per jam mungkin terlihat di langit gelap.


24 Mei 2014, Hujan Badai Meteor

Dari Jejak Debu Komet (P/209 LINEAR) Pada hari Sabtu, 24 Mei, planet kita diperkirakan akan menyapu sejumlah besar jejak debu yang tertinggal di ruang angkasa oleh komet kecil yang dikenal sebagai P/209 LINEAR. Fenomena ini akan menyebabkan "hujan meteor".


30 Juli 2014, Hujan Meteor Delta Aquarid

Seperti Eta Aquarids pada bulan Mei, huajn meteor Delta Aquarid juga muncul di rasi bintang Aquarius. Intensitasnya bisa mencapai 15-20 meteor per jam.
Puncaknya adalah pada malam 29 hingga pagi 30 Juli, tetapi, tidak seperti hujan meteor lainnya, Delta Aquarids tidak memiliki puncak yang pasti.


10 Agustus 2014, Supermoon 2014

Bulan akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi yakni sekitar 221.765 mil (356.896 km). Pada saat itu, Bulan akan terlihat sangat terang dan besar sehingga di juluki "Supermoon".


13 Agustus 2014, Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor Perseid sering menghasilkan 50 sampai 100 meteor per jam di langit gelap saat puncaknya. Perseids cenderung muncul mulai tengah malam sampai sebelum fajar. Hujan meteor ini muncul dari titik di konstelasi Perseus. Biasanya nampak cepat dan cerah. Dan meteor ini juga sering meninggalkan jejak asap/kabut di langit.
Namun, kali ini hujan meteor ini terjadi ketika bulan sedang bersinar terang di langit. Jadi, cukup sulit untuk mengamatinya.


8 Oktober 2014, Gerhana Bulan

Gerhana ini akan dapat dinikmati di bagian barat Amerika Utara, Kepulauan Hawaii, Asia Timur, Selandia Baru ,bagian timur Australia dan Indonesia.


8 Oktober 2014, Hujan Meteor Draconid

Titik radian untuk hujan meteor Draconid hampir bertepatan dengan kepala rasi bintang Draco di langit Utara. Itulah mengapa Draconids paling baik dilihat dari belahan Bumi Utara (Indonesia di Selatan).
Draconid cenderung memproduksi hanya segelintir meteor per jam, tidak banyak namun besar. Tapi tetaplah mengamati, hujan meteor ini sering memproduksi bola api terang.


19 Oktober 2014, Pertemuan Mars Dan Komet

Sebuah komet akan mendekati planet Mars. Komet itu punya dua dampak, bisa mengancam misi manusia di Mars, tetapi juga sekaligus menjanjikan fenomena hujan meteor langka yang berpotensi disaksikan manusia secara online. Komet yang bisa merentang hingga ribuan kali diameter kometnya bisa mengancam apa pun yang ada, termasuk satelit buatan manusia yang berada di orbit Mars.
Mungkin ini fenomena astronomi paling top di tahun 2014 menurut versi astronesia.
Semua mata akan mengerah ke planet Mars pada saat Komet C/2013 A1(Siding Spring).


21 Oktober 2014, Hujan Meteor Orionid

Mungkin inilah hujan meteor yang titik radiannya paling mudah ditemukan, Orion. Rasi bintang Orion adalah rasi bintang paling terkenal. Memiliki ciri-ciri 3 bintang berderet atau yang disebut Sabuk Orion.
Hujan meteor Orionid diprediksi muncul 10 sampai 20 meteor per jam. Meteor bergerak cepat sesekali meninggalkan debu. Kadang-kadang juga menghasilkan bola api yang terang.


23 Oktober 2014, Gerhana Matahari Parsial

Bayangan penumbra bulan akan jatuh lebih banyak di Amerika Utara serta Siberia timur, menghasilkan gerhana matahari parsial. Gerhana terbesar, dengan lebih dari empat per lima diameter matahari tertutup oleh bulan, akan terjadi pada M'Clintock Channel, sebuah lengan dari Samudra Arktik yang memisahkan Pulau Victoria dari Prince of Wales Island di Wilayah Nunavut, Kanada.


5 November 2014, Hujan Meteor Taurid Selatan

Sayang sekali, tahun ini hujan meteor Taurid Selatan bakal dihalangi cahaya Bulan Purnama. Munculnya 7 meteor per jam akan menjadi lebih sulit lagi untuk ditemukan.


12 November 2014, Hujan Meteor Taurid Utara

Seperti Taurid Selatan, Taurid Utara diperkirakan muncul sekitar 7 meteor per jam. Anda dapat mengamati hujan meteor Taurid Selatan ataupun Taurid Utara di rasi bintang Taurus.


17 November 2014, Hujan Meteor Leonid

Memancar dari rasi bintang Leo, hujan meteor Leonid paling terkenal setelah menghasilkan beberapa badai meteor terbesar dalam sejarah. Pada 1966, hujan meteor Leonid muncul ribuan meteor per menit selama rentang waktu 15 menit pada dinihari tanggal 17 November. Namun tahun 2014 ini sepertinya tidak akan seperti tahun 1966. Tahun ini hanya akan muncul 10-15 meteor per jam. Bisa diamati mulai tengah malam sampai fajar.


13-14 Desember 2014, Hujan Meteor Geminid

Memancar dekat bintang Castor dan Pollux di rasi bintang Gemini, hujan meteor Geminid adalah salah satu hujan meteor terbaik.
Meteor yang berlimpah, menyaingi Perseid pada Agustus, dengan intensitas mencapai 50 sampai 100 meteor per jam yang dapat dilihat saat puncaknya. Ditambah meteor Geminid yang begitu cemerlang.


Source: dari berbagai sumber

Fenomena Astronomi yang Akan Terjadi Tahun 2014

Posted by : yuliarie11
Date :Jumat, 14 Februari 2014
With 0komentar

Fenomena Astronomi Di Tahun 2013

| Sabtu, 20 April 2013
Baca selengkapnya »
Di tahun 2013 ini,banyak sekali fenomena-fenomena astronomi yang wajib dilihat. Fenomena ini akan sangat istimewa apabila kita melihatnya secara langsung. Dari mulai gerhana sampai komet,semuanya akan ada di tahun 2013 ini. Bagi para pengamat langit,di bawah ini adalah jadwal terjadinya fenomena astronomi tahun 2013. Cekidot!!!

21 Januari 2013 : Konjungsi Jupiter Oleh Bulan
Konjungsi merupakan peristiwa yang terjadi saat jarak sudut suatu benda langit berada pada jarak sangat dekat dengan benda langit lainnya. Inilah yang akan terjadi dengan Jupiter oleh Bulan.
Kedua benda langit ini akan membuat pendekatan terdekat mereka di langit malam untuk dilihat dengan mata telanjang.

02-23 Februari 2013 : Saat Terbaik Mengamati Merkurius di Sore Hari
Merkurius memang sangat sulit diamati dengan mata telanjang. Namun pada tanggal tersebut,Merkurius akan melakukan perjalanan yang cukup jauh dari silau matahari dan tentu akan mudah terlihat di langit barat,segera setelah matahari terbenam.
Merkurius akan terlihat cukup cerah dengan magnitudo sekitar -1.2 sampai -0.6 sebelum tanggal 16 Februari 2013 dan akan memudar dengan cepat ke magnitudo +1.2 besarnya sesudahnya.

10-24 Maret 2013 : Komet PANSTARRS Melintas!
Komet ini ditemukan pada bulan Juni 2011 dengan menggunakan Pan-STARRS 1 Telescope di Haleakala,Hawaii. Komet PANSTARRS adalah objek yang sangat redup dan jauh pada saat penemuannya. Pada malam tanggal 12 Maret 2013,komet akan terletak 4 derajat ke kanan dari sebuah bulan sabit tipis. Komet PANSTARRS akan menempati titik terdekatnya dengan Bumi pada tanggal 11 Maret 2013 dengan jarak sekitar 45 juta kilometer.

25 April 2013 : Gerhana Bulan Parsial
Gerhana bulan parsial bisa disebut juga gerhana bulan sebagaian. Gerhana pada tanggal tersebut hanya akan membuat kurang dari 2% diameter bulan akan gelap. Ini akan menjadi gerhana parsial yang sangat kecil pada gerhana bulan.

9 Mei 2013 : Gerhana Matahari Cincin
Gerhana ini sebagian besar akan terlihat di atas Samudera Pasifik,tetapi pada atau segera setelah matahari terbit,itu akan terjadi di bagian utara Australia (dimana itu akan menjadi tanggal 10 Mei 2013),dan ujung timur ekstrim dari Papua Nugini. Sayangnya,masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana matahari cincin ini.
Pada titik gerhana terbesar,fase cincin 6 menit akan berlangsung. Hawaii akan melihat gerhana parsial/sebagian pada pukul 03.48 PM waktu Hawaii. Bulan akan mengaburkan sekitar 32% dari piringan matahari.

24-30 Mei 2013 : Planet-Planet Menari
Merkurius,Venus,dan Jupiter akan memberikan pertunjukan menarik yang rendah di barat-barat laut senja segera setelah matahari terbenam. Mereka akan terus mengubah posisinya setiap malam berikutnya seakan mereka menari-nari di langit. Kedua planet terang,Venus dan Jupiter,akan dipisahkan oleh lebih dari 1 derajat pada tanggal 28 Mei 2013. Dan Venus akan bersinar 6 kali lebih terang dari pada Jupiter

23 Juni 2013 : Bulan Purnama Terbesar 2013
Pada tanggal tersebut,bulan ternyata mengalami fase purnama pada 11.32 GMT,dan hanya 32 menit sebelumnya itu akan tiba pada titik terdekatnya dengan Bumi dengan jarak sekitar 356.991 km. Bulan purnama besar ini biasa disebut Supermoon.

12 Agustus 2013 : Hujan Meteor Perseid
Hujan meteor perseid dianggap sebagai hujan meteor terbaik setiap tahunnya,karena dapat menghasilkan 90-an meteor per jam. Hujan meteor ini sangat difavoritkan oleh orang-orang yang berkemah pada saat musim panas.

18 Oktober 2013 : Gerhana Bulan Penumbra
Pada pertengahan gerhana,76% dari diameter bulan akan tenggelam dalam penumbra,mungkin cukup dalam untuk menyebabkan gelap samar pada permukaanya. Wilayah yang dapat diamati meliputi sebagian besar Asia,Eropa,dan Afrika.

3 November 2013 : Gerhana Matahari Sebagian
Sejujurnya, sebagian besar di sepanjang trek, gerhana muncul sebagai total, dengan annulus sangat tipis (atau cincin) dari sinar matahari terlihat dekat awal dari trek. Jalur dari garis tengah gerhana ini dimulai di Atlantik sekitar 545 mil (875 km) barat daya dari Bermuda. Jadi, di sepanjang Amerika Utara Atlantic Coast, pemirsa yang tertarik (menggunakan perangkat tampilan yang tepat, seperti proyeksi lubang jarum atau # 14 kaca tukang las) hanya akan melihat disk gelap bulan keluar wajah matahari saat matahari terbit.
Jalur gerhana akan melewati selatan Kepulauan Tanjung Verde, maka kurva arah tenggara sejajar dengan garis pantai Afrika. Gerhana terbesar, dengan 100 detik dari totalitas dan lebar jalan mencapai maksimal hanya 36 mil (58 km), terjadi sekitar 250 mil (402 km) di lepas pantai Liberia. Jalur shadow kemudian akan menyapu Afrika tengah, melewati bagian dari Gabon, Kongo, Republik Demokratik Kongo, Uganda dan Kenya, sebelum berakhir saat matahari terbenam di perbatasan Ethiopia-Somalia.

Pertengahan November sampai Desember 2013: Komet Ison
Komet Ison akan berjarak paling dekat dengan matahari,kurang dari 1,2 juta kilometer di atas permukaan matahari. Komet ini akhirnya bisa cukup terang dan akan terlihat di siang bolong sekitar waktu pendekatan terdekat dengan matahari. Ini kemudian akan melakukan perjalanan menuju Bumi, melewati dalam waktu 40 juta mil (64 juta km) dari planet kita sebulan kemudian.
Sejak komet Ison akan menjadi sangat baik ditempatkan untuk melihat di langit pagi dan malam dari belahan bumi utara selama beberapa minggu berikutnya, itu bisa menjadi salah satu komet yang paling banyak ditonton sepanjang masa.

Sepanjang Bulan Desember 2013 : Venus Akan Terlihat Mempesona
Venus, yang terang dari semua planet, menempatkan berlibur menampilkan semua bulan lama, dan apa yang spektakuler itu! Venus adalah showiest akan untuk semua tahun 2013 dan 2014 baik di malam atau langit pagi. Ini menghiasi langit malam barat daya sebanyak tiga jam setelah matahari terbenam pada awal bulan, dan 1,5 jam setelah matahari terbenam dengan Malam Tahun Baru. Yang indah, bulan sabit melewati di atas dan ke kanan Venus, dan malam berikutnya Venus akan mencapai puncak kecemerlangannya, Venus tidak akan seterang ini lagi sampai 2021.

13-14 Desember 2013 : Hujan Meteor Geminids
Hujan meteor ini adalah hujan meteor terindah di tahun 2013 ini setelah hujan meteor perseids pada bulan Agustus 2013. Hujan meteor ini dapat menghasilkan 120 meteor per jam

Sumber : http://merpati-xp.blogspot.com/2013/01/fenomena-astronomi-di-tahun-2013-yang.html#ixzz2QxyocA1B

Fenomena Astronomi Di Tahun 2013

Posted by : yuliarie11
Date :Sabtu, 20 April 2013
With 0komentar

Daftar Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari [2013 hingga 2014]

|
Baca selengkapnya »
Beberapa orang terkadang tidak ingin melewatkan berbagai fenomena langit yang sangat jarang terjadi, seperti gerhana Bulan dan Gerhana Matahari. Oleh karena itu, saya akan membagikan daftar beberapa Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari yang akan terjadi di tahun 2013 dan 2014. Cekidot!!!

26 April 2013, akan terjadi Gerhana Bulan Sebagian akan dapat terlihat dari Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Gerhana ini akan terjadi pada pukul 02.54-03.22 pagi.

11 Mei 2013, akan terjadi Gerhana Matahari Cincin yang dimulai pada pukul 05.30-09.20. Gerhana ini dapat disaksikan dari Indonesia.

25 Mei 2013, Gerhana Bulan Penumbra akan bisa dilihat dari Amerika dan Afrika pada pukul 9.25 malam waktu setempat.

18 Oktober 2013, Gerhana Bulan Penumbra akan bisa dilihat dari Amerika, Eropa, Afrika dan Asia. Di Indonesia, Gerhana ini dapat di lihat di daerah Sumatra, Kalimantan, dan Jawa pada pukul 04.48-08.52.

5 Nopember 2013, akan terjadi Gerhana Matahari Total mulai pukul 17.04-19.45. Tapi sayangnya gerhana ini tidak dapat dilihat dari Indonesia.

15 April 2014, Gerhana Bulan Total dapat dilihat dari Amerika, Australia dan samudra Pasifik. Gerhana ini akan terjadi selama 1 jam 18 menit.

29 April 2014, Akan terjadi Gerhana Matahari Total yang dapat di lihat Kutub Selatan dan Australia. Gerhana tersebut akan terjadi pada pukul 10.40-15.50 WIB.

8 Oktober 2014, Gerhana Bulan Total yang berdurasi 59 menit akan terlihat dari Amerika, Asia, Australia dan samudra Pasifik.

23 Oktober 2014, Gerhana Matahari Sebagian akan dapat di lihat di Rusia, Kutub Utara dan Amerika Utara pada pukul 02.31-06.55 WIB.


source: http://www.moongiant.com/Lunar_Eclipse_Calendar.php
http://www.proberita.com/gaya-hidup/zodiac/jadwal-gerhana-matahari-2012-2013-2014-2015/

Hujan Meteor yang Bisa Dinikmati di Tahun 2013

| Sabtu, 12 Januari 2013
Baca selengkapnya »
Ini nih jadwal hujan meteor indah yang akan menghiasi langit malam mu di tahun 2013
^_^


3-4 Januari 2013 QUADRANTIDS
Hujan Meteor pertama yang menyambut kita adalah Quadrantids. Quadrantids termasuk hujan meteor di atas rata-rata, karena pada puncaknya kita bisa melihat hingga 40 meteor per jam! Hujan meteor ini bisa terlihat pada 1-5 Januari, tapi puncaknya biasanya pada tanggal 3 dan 4 saja. Meteor ini memancar dari Konstelasi Boots.

21-22 April 2013 LYRIDS
Lyrids bisa terihat mulai tanggal 16 hingga 25 April, dan puncaknya pada 21 dan 22 April. Lyrids adalah hujan meteor rata-rata, yang bisa menampilkan hingga 20 meteor per jam. Istimewanya, hujan meteor Lyrids menampilkan ekor debu yang cukup terang dalam beberapa detik. Meteor ini muncul dari Konstelasi Lyra.

5-6 Mei 2013 ETA AQUARIDS
Eta Aquarids merupakan sisa-sisa ekor komet Halley yang berjatuhan di atmosfer Bumi. Sayangnya, Eta Aquarids paling banyak yang bisa kita lihat hanya 10 meteor saja. Tapi tetap aaja indah kok, karena saat itu bulan sabit sehingga Eta Aquarids lebih mudah dilihat.

28-29 Juli 2013 SOUTHERN DELTA AQUARIDS
Masih bersaudara sama si Eta nih kayaknya. Ya karena kedua hujan meteor ini muncul dari Konstellasi Aquarius. Periodenya cukup lama, mulai 18 Juli sampai 18 Agustus dan jumlah meteor pada puncaknya bisa sampai 20 meteor per jam.

12-13 Agustus 2013 PERSEID
Hujan meteor ini berasal dari Rasi Perseius. Banyak situs astronomi yang mengatakan bahwa Perseid adalah salah satu hujan meteor terbaik untuk diamati. Beberapa meteor sudah bisa dilihat dari 23 Juli hingga 22 Agustus. Hujan meteor Perseids terbilang paling terang, dan paling banyak. Kita bisa lihat hingga 60 meteor per jam pada tanggal 13 Agustus loh!

21-22 Oktober 2013 ORIONID
Mulai 17 Oktober sampai 25 Oktober, Orionid mulai menjatuhkan meteornya. Hujan meteor ini akan terlihat muncul dari rasi Orion. Sayangnya bulan akan membuat meteor-meteor ini jadi tidak terlihat.

17-18 November 2013 LEONID
Leonid berasal dari rasi Leo, dan puncak siklusnya terjadi 33 tahun sekali. Tahun ini Leonid datang saat purnama, jadi mungkin sedikit tidak tampak. Tapi Leonid punya 40-an meteor setiap jamnya, jadi mungkin akan terlihat sedikit.

13-15 Desember 2013 GEMINID
Hujan meteor Geminid ini muncul dari sekitar rasi Gemini. Istimewanya hujan meteor Geminid adalah pada puncaknya ia akan menghasilkan hingga 60 meteor per jam, dan warna-warni! Keren kan? ^^

Nah, segitu dulu info yang bisa di share. Selamat menikmati hujan meteor nya teman-teman ^_^

Sumber: http://hanifabinder.blogspot.com/2012/12/kalender-astronomi-2013.html

Hujan Meteor yang Bisa Dinikmati di Tahun 2013

Posted by : yuliarie11
Date :Sabtu, 12 Januari 2013
With 6komentar
Prev
▲Top▲