Newest Post

Tampilkan postingan dengan label 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2015. Tampilkan semua postingan

List Anime Summer 2015 (Chart V2)

| Rabu, 10 Juni 2015
Baca selengkapnya »
Okee.. Summer kurang dari 3 minggu lagi..
Udah siap untuk mengkuti anime-anime yang baru?? XD

Ini nih, list anime yang akan rilis bulan Juli nanti!! (source: neregate versi ke 2)

Silahkan di cek! ^_^



List Anime Summer 2015 (Chart V2)

Posted by : yuliarie11
Date :Rabu, 10 Juni 2015
With 0komentar

LIST ANIME SPRING 2015

| Jumat, 13 Maret 2015
Baca selengkapnya »
Eheemm.. spring sudah mendekaatttt~
Sudah siap untuk menentukan anime yang akan diikuti season ini?
Cek dulu yaaa~


Selamat memilih ^_^

LIST ANIME SPRING 2015

Posted by : yuliarie11
Date :Jumat, 13 Maret 2015
With 0komentar

Fenomena Astronomi yang Tidak Boleh Dilewatkan di Tahun 2015

| Sabtu, 17 Januari 2015
Baca selengkapnya »
Di tahun 2015 ini, ada banyak sekali event atau fenomena astronomi yang tidak boleh dilewatkan (selain hujan meteor). Beberapa diantaranya adalah:




1. Bulan Purnama Apogee, 4 Februari 2015
Bulan purnama apogee terjadi dimana Bulan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Karena berada di titik terjauh, maka bulan purnama kali inipun akan terlihat lebih kecil dan lebih redup dari bulan purnama pada umumnya. Bulan purnama kali ini berdiamater 29,54 menit busur atau menjadi yang terkecil dan teredup ke-2 selama tahun 2015.

2. Oposisi Jupiter, 7 Februari 2015
Oposisi jupiter terjadi saat Matahari-Bumi-Jupiter berjejer berurutan. Pada hari ini Jupiter akan terlihat sepanjang malam di sisi yang berseberangan dengan Matahari. Dengan kata lain, Jupiter akan terbit di timur ketika Matahari terbenam di barat, di meridian ketika tengah malam, dan tenggelam di barat ketika Matahari terbit di timur. Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang dengan magnitudo -2,6. Dengan teleskop, Jupiter akan terlihat sedang purnama. Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati Jupiter.

3. Bulan Purnama Apogee, 6 Maret 2015
Bulan kembali mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Bulan purnama kali ini berdiameter sudut hanya 29,39 menit busur atau terkecil dan teredup selama tahun 2015. Bulan purnama yang lebih kecil dan redup dari ini baru akan terjadi pada 27 Januari 2032. Bulan purnama yang berukuran kecil dan bersinar temaram tentu menarik untuk disaksikan.

4. Gerhana Matahari Total, 20 Maret 2015
Pada 20 Maret 2015, akan terjadi gerhana matahari total dimulai pkl. 16.09.33 WIB dan berakhir pukul 17.21.22 WIB yang dapat dilihat di wilayah Eropa, Afrika Utara dan Asia Utara. Sayangnya gerhana matahari ini tidak dapat terlihat di wilayah manapun di Indonesia. Namun Indonesia dapat menikmati indahnya gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 di Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah.

5. Gerhana Bulan Total, 4 April 2015
Seluruh Indonesia kembali akan menyaksikan gerhana bulan total saat senja. Ini adalah gerhana bulan pertama dari dua gerhana bulan tahun ini. Sayangnya pada gerhana bulan berikutnya yang terjadi pada 28 September 2015 tidak ada satupun wilayah Indonesia yang dapat menyaksikan. Praktis ini adalah satu-satunya kesempatan menyaksikan gerhan bulan di Indonesia selama tahun 2015. Gerhana bulan ini akan berlangsung antara pukul 17:15 s/d 20:45 WIB untuk fase gerhana sebagian. Sedangkan untuk fase gerhana total akan berlangsung antara 18:54 s/d 19:06 WIB.

6. Bulan Purnama Apogee, 4 April 2015
Bersamaan dengan gerhana bulan total, Bulan pun akan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. Kali ini Bulan akan berdiamater 29,65 menit busur atau menjadi yang terkecil dan teredup ke-3 selama tahun 2015. Pemandangan bulan purnama yang berukuran kecil dan redup ditambah sedang dalam gerhana bulan total tidak boleh dilewatkan.

7. Oposisi Saturnus, 23 Mei 2015
Setelah Jupiter, kini giliran Saturnus yang berjajar lurus dengan Bumi dan Matahari. Saturnus akan terlihat sepanjang malam di sisi yang berseberangan dengan matahari. Saturnus akan terlihat sebagai bintang putih terang dengan magnitudo 0. Dengan teleskop, Saturnus akan terlihat purnama dihiasi oleh cincinnya. Ini adalah waktu terbaik mengamati Saturnus.

8. Istiwa' Adhom, 28 Mei 2015
Pada 28 Mei pukul 16:18 WIB Matahari berada tepat di atas Ka'bah, kiblat umat muslim. Jadi dengan menghadap ke arah Matahari akan sama artinya dengan menghadap tepat ke arah kiblat. Dan juga seluruh pangkal bayangan benda yang berdiri tegak pun akan mengarah ke arah kiblat. Dengan begitu peristiwa ini dapat digunakan untuk mengoreksi atau meluruskan arah kiblat bagi seluruh umat muslim secara praktis dan akurat. Peritiwa ini akan kembali terulang pada tanggal 16 Juli 2015.

9. Elongasi Maksimum Venus, 7 Juni 2015
Venus mencapai ketinggian maksimum di langit barat saat senja. Ketinggiannya mencapai 45,4 derajat dari Matahari. Venus terlihat sebagai bintang putih sangat terang dengan magnitudo -4,3. Dengan ketinggian maksimum dan cahaya sangat terang, Venus tentu sangat menawan untuk diamati. Setelah itu, ketinggian Venus akan berkurang hingga akhirnya berada di sisi Matahari sehingga tak terlihat pada pertengahan Agustus 2015 dan setelah itu akan terlihat kembali di langit timur saat fajar.

10. Konjungsi Venus dan Jupiter, 1 Juli 2015
Lagi-lagi pada waktu senja di langit barat akan terlihat dua bintang terang saling berdekatan. Kedua bintang itu adalah "jelmaan" dari Venus sebagai bintang putih sangat terang bermagnitudo -4,4 dan Jupiter sebagai bintang putih terang bermagnitudo -1,8. Keduanya akan terlihat sangat dekat dengan jarak sekitar 20,1 menit busur atau hanya sekitar 2/3 diamater bulan.

11. Komet Pan-STARRS (C/2014 Q1) Kemungkinan Terlihat, 7 Juli 2015
Komet Pan-STARRS (C/2014 Q1) baru di temukan pada pertengahan tahun 2014. Diperhitungkan komet ini akan mencapai titik terdekat dari Matahari sejauh 0,315 AU pada hari ini. Dengan jaraknya yang cukup dekat, komet ini diperkirakan akan mencapai terang maksimum hingga magnitudo 3,1. Itu artinya, meski tidak sangat terang, komet ini masih bisa terlihat secara langsung. Komet ini bisa diamati di langit barat sesaat setelah matahari terbenam.

12. Bulan Purnama Perigee, 30 Agustus 2015
Kebalikan dari bulan purnama apogee, bulan purnama perigee terjadi ketika Bulan mencapai fase purnama di dekat titik terdekat dari Bumi atau perigee. Dengan jaraknya yang lebih dekat, maka bulan purnama perigee akan terlihat lebih besar dan terang. Bulan purnama perigee kali ini berdiamater sudut 33,27 menit busur atau menjadi yang terbesar dan terterang ke-2 selama tahun 2015.

13. Gerhana Matahari Sebagian, 13 September 2015
Sama seperti gerhana bulan total pada tanggal 20 Maret 2015, peristiwa gerhana matahari sebagian ini tidak dapat di amati di wilayah manapun di Indonesia. Gerhana matahari ini terjadi di wilayah bumi bagian utara.

14. Bulan Purnama Perigee, 28 September 2015
Bulan kembali mencapai fase purnama di dekat titik terdekat dari Bumi atau apogee. Kali ini Bulan berdiamater sudut hingga 33,47 menit busur atau menjadi yang terbesar dan terterang selama tahun 2015. Bulan purnama yang lebih besar dan terang dari ini baru akan terjadi pada 14 November 2016. Pemandangan bulan purnama yang besar dan terang tentu akan sangat mempesona untuk disaksikan.

15. Elongasi Maksimum Venus, 26 Oktober 2015
Kini Venus ada di ketinggian maksimumnya di langit timur saat fajar. Ketinggiannya mencapai 46,6 derajat dari Matahari. Venus akan terlihat sebagai bintang putih sangat terang dengan magnitudo -4,4. Dengan ketinggian maksimum dan cahayanya yang sangat terang akan membuat Venus sangat mudah dan indah untuk diamati. Setelah hari ini Venus akan perlahan-lahan semakin rendah hingga berada di sisi Matahari hingga mulai terlihat di langit barat saat senja pada pertengahan tahun 2016.

16. Konjungsi Venus dan Jupiter, 26 Oktober 2015
Venus dan Jupiter kembali terlihat berdekatan, namun kali ini di langit timur waktu fajar. Venus yang berada di ketinggian maksimum akan terlihat sebagai bintang putih sangat terang bermagnituo -4,4 dan Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang bermagnitudo -1,8. Keduanya terlihat terpisah sejauh 1 derajat atau hampir 2 kali diamater sudut bulan.

17. Bulan Purnama Perigee, 27 Oktober 2015
Bulan kembali akan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau perigee. Kali ini bulan purnama akan berdiamater 33,24 menit busur atau menjadi yang terbesar dan terterang ke-3 pada tahun 2015. Bulan purnama perigee kali ini hanya sedikit lebih kecil dari bulan purnama perigee pada 30 Agustus 2015.

18. Konjungsi Venus, Jupiter dan Mars, 28 Oktober 2015
Kini 3 planet sekaligus, yakni Venus, Jupiter dan Mars, akan terlihat berdekatan. Venus masih terlihat sebagai bintang putih sangat terang bermagnitudo -4,4, Jupiter terlihat sebagai bintang putih terang bermagnitudo -1,8 dan Mars terlihat sebagai bintang merah terang bermagnitudo 1,7. Venus akan terlihat berada diantara Jupiter dan Mars dimana jarak Venus ke kedua planet sekitar 2,5 derajat.








Source: dari berbagai sumber

Fenomena Astronomi yang Tidak Boleh Dilewatkan di Tahun 2015

Posted by : yuliarie11
Date :Sabtu, 17 Januari 2015
With 0komentar

Hujan Meteor yang Tidak Boleh Dilewatkan di Tahun 2015

|
Baca selengkapnya »
Di tahun 2015 ini, ada banyak sekali event atau fenomena astronomi yang tidak boleh di lewatkan. Salah satunya adalah fenomena hujan meteor atau meteor shower.




Hujan meteor yang akan terjadi di tahun 2015 ini, diantaranya adalah:

1. Hujan meteor Quadrantids, 3-4 Januari 2015
Sayang sekali hujan meteor ini sudah lewat ketika postingan ini di publish. Namun, sekadar info tentang hujan meteor Quadrantids ini bisa menghasilkan sekitar 120 meteor per jam, dan puncak hujan meteor ini cenderung berlangsung hanya beberapa jam, dan tidak selalu datang pada waktu yang tepat.

Titik radian hujan meteor ini adalah rasi bintang Bootes. Anda akan menemukan Bootes dekat Big Dipper (rasi bintang Biduk) atau di langit Timur Laut mulai setelah tengah malam sampai terbit fajar. Karena rasi bintang Bootes terlalu condong ke Utara bagi pengamat di Indonesia, meteor-meteor yang melintas tidak sebanyak di belahan Bumi Utara. Namun akan tetap ada 10-20 meteor per jam. Selain itu, tahun ini hujan meteor Quadrantids bersamaan dengan bulan yang hampir purnama, sehingga semakin menyulitkan pengamatan.

2. Hujan meteor Lyrids, 22-23 April 2015
Hujan meteor Lyrid berlangsung dari sekitar tanggal 16 hingga 25 April 2015. Meteor pada hujan meteor Lyrid cenderung terang dan sering meninggalkan jejak asap. Sekitar 10-20 meteor per jam akan muncul pada puncaknya.
Titik radian hujan meteor Lyrids adalah dekat bintang Vega di rasi Lyra yang berada di meridian utara waktu menjelang fajar. Beruntung Bulan sedang dalam fase sabit awal sehingga akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan ada menghalagi pengamatan.

3. Hujan meteor Eta Aquarids, 5-6 Mei 2015
Hujan meteor Eta Aquarids berlangsung antara tanggal 19 April s/d 28 Mei 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat 10 hingga 50 meteor tiap jam. Titik radian hujan meteor Eta Aquarids adalah dekat bintang Eta Aquarius di rasi Aquarius yang berada di arah timur setelah tengah malam hingga matahari terbit. Namun Bulan yang baru mencapai fase purnama 4 hari sebelumnya kemungkinan masih cukup terang sehingga menghalangi terlihatnya meteor-meteor redup.

4. Hujan meteor Delta Aquarids, 28-29 Juli 2015
Hujan meteor Delta Aquarids berlangsung antara tanggal 8 Juli s/d 19 Agustus 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat hingga 20 meteor tiap jam. Titik radian hujan meteor Delta Aquarids adalah arah rasi Aquarius yang berada tepat di atas pada waktu dini hari. Sayangnya Bulan yang menjelang purnama akan cukup terang dan menggangu terlihatnya meteor-meteor redup saat pengamatan.

5. Hujan meteor Perseids, 12-13 Agustus 2015
Inilah hujan meteor terbaik tahun 2015. Hujan meteor Perseids berlangsung antara tanggal 17 Juli s/d 24 Agustus 2015. Puncaknya yang berada di tengah musim kemarau dan Bulan menjelang fase baru akan membuat langit malam cerah dan gelap gulita sehingga meteor-meteor redup sekalipun terlihat jelas. Diperkirakan Perseids yang tercatat sebagai hujan meteor paling banyak menghasilkan fireball ini akan menghasilkan hingga 100 meteor tiap jam saat puncaknya. Titik radian hujan meteor Perseids adalah arah rasi Perseus yang berada di timur laut setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit.

6. Hujan meteor Draconids, 8-9 Oktober 2015
Titik radian untuk hujan meteor Draconid hampir bertepatan dengan kepala dari rasi bintang Draco di langit utara. Itu sebabnya belahan Bumi Utara menjadi lokasi terbaik pengamatan hujan meteor ini. Hujan meteor Draconid adalah hujan meteor yang "lesu". Tahun 2014 yang lalu, hanya ada 5-10 meteor per jam saat puncaknya. Jadi, berharaplah tahun ini berubah menjadi spektakuler!

7. Hujan meteor Orionids, 21-22 Oktober 2015
Hujan meteor Orionids berlangsung antara tanggal 2 Oktober s/d 7 November 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat hingga 25 meteor tiap jam. Titik radian hujan meteor Orionids adalah arah rasi Orion yang berada tepat di atas waktu dini hari. Bulan yang baru meninggalkan fase kuartir awal akan terbenam tidak lama setelah lewat tengah malam sehingga tidak akan menggangu pengamatan.

8. Hujan meteor Taurids, 5-6 November 2015
Hujan meteor ini tidak memiliki intensitas yang besar. Diprediksi hanya akan ada 5 hingga 10 meteor per jam saat puncaknya. Hujan meteor ini muncul dari rasi bintang Taurus. Hujan meteor ini kadang menciptakan fireball yang menakjubkan jika Anda sabar mengamatinya.

9. Hujan meteor Leonids, 17-18 November 2015
Hujan meteor Leonids berlangsung antara tanggal 10 s/d 23 November 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat 10 hingga 20 meteor tiap jam. Meteor Leonids akan terlihat melesat dari arah rasi Leo yang berada di timur setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Bulan yang menjelang fase kuartir awal akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan menggangu pengamatan.

10. Hujan meteor Geminids, 13-14 Desember 2015
Geminids adalah hujan meteor berlangsung antara tanggal 7 s/d 17 Desember 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat hingga 90 meteor tiap jam. Meteor Geminids akan terlihat melesat dari arah rasi Gemini yang berada di barat waktu dini hari hingga menjelang matahari terbit. Bulan yang sedang fase sabit awal akan terbenam sebelum tengah malam sehingga tidak akan menggangu pengamatan.

11. Hujan meteor Ursids, 22-23 Desember 2015
Hujan meteor Ursids berlangsung antara tanggal 17 s/d 23 Desember 2015. Pada puncaknya diperkirakan akan terlihat hingga 10 meteor per jam. Titik radian hujan meteor Ursids adalah rasi Ursa Minor yang berada di langit bagian utara sehingga pengamat yang berada pada lintang selatan akan sulit mengamatinya. Selain itu, hujan meteor Ursids bertepatan dengan fase bulan purnama, sehingga akan mengganggu terlihatnya meteor-meteor redup.







Source: dari berbagai sumber

Hujan Meteor yang Tidak Boleh Dilewatkan di Tahun 2015

Posted by : yuliarie11
Date :
With 1 komentar:
← Prev
▲Top▲