Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Death Note. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Death Note. Tampilkan semua postingan

[Fanfiction] Death Note: Hitam, Putih dan Cokelat

| Kamis, 09 April 2015
Baca selengkapnya »

[Fanfiction] Death Note: Hitam, Putih dan Cokelat


L sedang berpikir.

Tumpukan gula balok di ujung cangkir kopinya sudah semakin meninggi. Remah-remah snack, lelehan es krim fudge dan sebatang cokelat yang sudah setengah dimakan memenuhi sudut meja. L berjongkok di kursi putarnya, kedua bola mata kelamnya terus menatap layar komputer.

Saat itu sudah jam 2 pagi, dan semuanya sudah tidur. Misa terlelap pulas di kamarnya. Namun, L tetap tidak bergeming. Bibirnya beradu dengan jempol, sesekali menggigitinya.

Raito mendesah frustasi di sebelahnya. Walaupun dia sedang membolak-balik berkas kasus-kasus Kira yang berhasil dilaporkan pihak kepolisian, tetap saja Raito tidak bisa berkonsentasi sepenuhnya. Dari sudut matanya, L terlihat seperti biasa.

Raito jarang melihat L kelelahan, apalagi mengantuk. Kelihatannya gula dan makanan manis berhasil membuat L betah memelototi laporan sepanjang malam, tapi tidak bagi Raito. Dia lelah. Tentu saja, yang membuat kelelahannya bertambah dua kali lipat adalah karena L tetap mencurigainya sebagai Kira.

Bagaimana mungkin seseorang bisa mengaku melakukan pembunuhan sedangkan dia tidak mengingat hal itu, bahkan di dalam mimpi terliarnya? pikir Raito.

L meliriknya. Dia meletakkan bongkahan gula terakhir, mengakibatkan menara gula yang sudah disusunnya bergoyang sedikit. "Kau lelah, Raito-kun?" L bertanya dengan suara monoton tanpa emosi.

"Tidak, tentu saja," Raito menjawab sarkastis. Ayolah, tidak ada orang normal yang baik-baik saja kalau tidak memejamkan mata barang sedetik pun selama 3 hari berturut-turut, bukan? L adalah pengecualian. Dia bukan orang yang cocok dengan kata-kata seperti 'normal', 'biasa', atau bahkan 'waras', begitulah menurut Raito dalam frustasinya yang semakin memuncak.

"Raito-kun bisa tidur sebentar, kalau mau," L menawarkan, sekarang sambil mengunyah permen cokelat. Jemarinya yang panjang, kurus dan putih memegang permen yang berikutnya. Dia mengamati permen itu sebentar dengan tatapan hampir sayang, kemudian mengunyahnya lagi dengan santai.

"Bagaimana aku bisa tidur sementara Kira masih berkeliaran?" balas Raito tegas.

"Tidak perlu sampai begitu, Raito-kun. Tergantung Kira yang mana yang kita lacak sekarang. Lagipula, Kira pertama dan kedua sudah dalam jangkauan saya sekarang, jadi yang perlu kau lakukan hanyalah mengaku."

"Aku bukan Kira, Ryuuzaki. Sudah berapa kali kukatakan padamu?"

"Kira-kira hampir sepuluh kali hari ini. Tapi," kata L sambil mengarahkan kursi putarnya menghadap Raito,"kau punya alasan untuk dicurigai. Menurutku, deskripsi Kira dan kepribadiannya—"

"—paling cocok dengan profilku, begitu? Atau dengan sendirinya kau yang mengharapkan aku menjadi Kira?"

"Ya," jawab L, matanya mengunci padangan Raito. "Mungkin saya memang berharap begitu, dan dengan adanya penyelidikan dan bukti-bukti yang mengarah kepada Raito-kun dan Misa-san, semuanya cocok."

Mereka terdiam beberapa saat. L tidak memaksa Raito menjawab, dia diam menunggu reaksi.

"Aku benci padamu," kata Raito akhirnya, tidak ingin meneruskan perdebatan ini.

Senyum tipis tergurat samar di bibir L. "Saya tahu, Raito-kun."

Dan, cukup dengan pertengkaran kecil, tekad Raito untuk tidak terlihat lemah di depan L meningkat. Mereka berdua melewatkan malam itu tanpa memejamkan mata, sekali lagi.

Bagi L, dunia adalah putih dan hitam. Putih untuk keadilan, hitam untuk kejahatan. Kalau ada satu warna lain yang cocok untuk menggambarkan dirinya, maka itu adalah cokelat. Obsesi L terhadap sesuatu yang manis sudah mendarah daging dan menjadi ciri khas yang sulit ditandingi.

Tidak jauh beda dari L, bagi Raito hitam dan putih memiliki pesonanya sendiri. Dan tentu saja, penilaiannya apakah seseorang maupun sesuatu termasuk hitam atau putih terkadang berbeda. Standar mereka berbeda. Kalau L bertindak karena standar hukum, Raito bertindak sesuai standarnya, karena bagi dirinya, Raito adalah hukum.

Tapi, Raito tidak pernah mengerti tentang spektrum warna di luar standarnya. Dia tidak memiliki cokelat dalam bias warna hidupnya. Karena itu, obsesi L terhadap makanan manis sering membuatnya heran.

"Kau kelihatan lelah. Mau cokelat, Raito-kun?"

"Tidak. Aku tidak terlalu suka makanan manis."

"Seharusnya kau mencobanya," ucap L tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. "Cokelat bisa merangsang pembentukan hormon endorphin dalam otak, yang mengakibatkan munculnya perasaan tenang dan bahagia."

"Untuk menjadi seseorang yang bahagia tidak harus dengan cokelat, Ryuuzaki," balas Raito sederhana.

"Ah, setiap orang punya cara sendiri, begitu maksudmu, Raito-kun?"

Terdengar bunyi gemeretak saat L mematahkan seperempat dari cokelat batangannya. Sejenak L memejamkan mata, membiarkan rasa cokelat yang dimakannya meleleh sempurna di dalam mulut.

"Ya. Aku tidak harus mengikuti caramu," balas Raito tenang.

"Hmm..." L bergumam pelan. Kemudian, dengan satu gerakan halus namun lincah, dia melompat turun dari kursinya dan berjalan ke arah L, punggungnya membungkuk, dengan tangan di dalam saku.

Bau manis cokelat menguar di udara.

Raito terpaku di kursinya saat L membungkuk ke arahnya. Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Ujung hidung mereka nyaris beradu. Raito tidak bisa mengalihkan tatapannya dari kegelapan yang mengundang di hadapannya sekarang.

Bola mata hitam, misterius, tidak terkira seberapa dalamnya jika seseorang terhanyut meskipun begitu, ada sesuatu yang menawan akal sehat Raito untuk mengambil alih. Ada setitik kepolosan yang manis tersirat di sana, dan Raito yakin dia tidak salah. Ya, mungkin dalam waktu-waktu seperti ini, dia bisa melihat sisi lain L yang tidak ditunjukkannya pada semua orang.

Raito bisa merasakan derai napas L yang berhembus pelan, merayap perlahan menuju tengkuknya. Helai-helai rambut hitam pekat L yang membingkai wajah pucatnya berdesis lembut saat jatuh di dahi Raito.

Waktu terasa beku. Raito membiarkan dirinya tenggelam berbalut kegelapan abadi yang ditawarkan L.

Sampai suara dalam L memecah keheningan. "Mungkin karena Raito-kun belum pernah merasakan rasa cokelat yang sesungguhnya." Kata-kata L hampir tidak terdengar, nyaris seperti bisikan.

"Apa maksudmu?" kata Raito, merespon dengan suara rendah.

Kilatan rasa geli terlintas di kedua bola mata L. Dia semakin mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Kalau Raito-kun meminta, akan saya tunjukkan rasa cokelat yang sesungguhnya, sekarang juga."

Raito beringsut jengah di kursinya. Menyadari bagaimana posisi mereka sekarang. Tapi, entah mengapa semua elemen tubuhnya tidak bisa diajak kompromi. Raito hampir tidak bisa menemukan kekuatan untuk pergi dari semua itu.

"Ryu—Ryuuzaki, sebaiknya kita—"

Raito belum menyelesaikan kalimatnya, tapi L sudah menautkan jemarinya yang panjang dan kurus ke jemari Raito yang kokoh. L menarik Raito, terdengar bunyi gemerincing rantai borgol selagi mereka berjalan menyusuri gedung markas yang sunyi. Raito tidak habis-habisnya berpikir kenapa dia mau saja diseret oleh L, di tengah malam saat mereka seharusnya mengusut kasus Kira.

Ternyata L membawanya ke suatu ruangan kecil di samping kamar dimana mereka berdua tidur. Segala jenis manisan, permen dan kue tersusun rapi di lemari pendingin. Tidak heran Watari selalu berhasil menyuplai kebutuhan L setiap hari, semuanya sudah diatur rapi di satu tempat.

Raito mengangkat sebelah alisnya.

"Kaget?"

"Tidak juga," balas Raito, merasa lebih rileks dari sebelumnya. Kalau mungkin, dia ingin tertawa keras-keras. Kenapa bisa sebegitu terpengaruh hanya karena satu sapuan mata dari L? Ternyata kurang tidur bisa menggiring seseorang ke dalam delusi.

L mengambil satu kotak cokelat dari lemari dan membukanya.

"Ke sini, Raito-kun." L berjongkok di lantai, lututnya ditekuk hingga menyentuh dada. Raito duduk mengikutinya. Dua jenius itu duduk berhadapan. Lewat jendela kecil, Raito bisa melihat deru hujan yang turun lebat, membasahi setiap pori tanah yang kering. Malam seolah bernyanyi dengan irama retihan hujan.

L menunjuk cokelat yang tertata rapi di dalam kotak. "Lihat ini? Semuanya adalah cokelat kualitas terbaik, walau berbeda jenisnya. Dan masing-masing mempunyai daya tarik dan rasa lezat yang berbeda."

"Karena warnanya, maksudmu? Ada 3 jenis. Cokelat almond, cokelat hitam, dan cokelat putih."

"Tepat. Tiap cokelat memiliki arti sendiri. Misalnya ini," L mengambil satu butir cokelat hitam,"Rasanya agak pahit, tapi benar-benar dekat dengan esensi cokelat yang sebenarnya. Menurutku, dalam hal kepribadian, mungkin diibaratkan seperti orang yang misterius dan elegan dengan caranya. Tidak semua orang bisa menghargainya secara pantas, tetapi dia tidak ambil pusing. Dia hanya ingin menjadi diri sendiri."

Deskripsi yang benar-benar sesuai dengan dirimu, L. Sebuah enigma yang tidak bisa ditebak, timpal Raito dalam hati.

Raito memperhatikan bagaimana saat L menikmati cokelat, bibirnya terkatup rapat, membiarkan lelehan cokelat membasahi rongga mulutnya.

"Kalau cokelat putih, bagaimana?" tanya Raito, mulai penasaran. Mereka jarang berbicara mengenai hal sepele apalagi L bukan tipe yang mau tahu urusan kepribadian orang lain tapi kali ini Raito cukup oportunis dengan membiarkan waktu membawa sisi lain dari L ke permukaan. Dia sadar kalau masih banyak yang ingin diketahuinya soal detektif terhebat di dunia itu.

"Manis—dengan karakteristik rasa yang lebih umum disukai, apalagi dengan komposisi campuran susu yang pas. Orang yang menyukai cokelat semacam ini mungkin punya keinginan kuat untuk diperhatikan. Penuh pesona, juga senang menyenangkan orang lain yang dianggapnya penting. Seorang penghibur sejati," papar L.

"Setidaknya, aku tahu kau bukan tipe seperti itu," Raito tertawa kecil mendengar deskripsi L tentang cokelat yang tidak ada habisnya.

"Hmm... memang bukan," L menggeleng, agak terkejut dengan reaksi Raito yang lebih santai. "Lebih cocok kepada Misa-san dari pada saya."

Raito memandangnya tidak percaya. "Ayolah, Ryuuzaki, kau sedang mendeskripsikan sesuatu yang di luar kebiasaanmu. Apakah cokelat yang berikutnya akan menerangkan kepribadian seseorang yang kau kenal lagi? Aku tidak tahu kalau kau juga menganut filosofi yang dalam tentang cokelat."

"Memang, Raito-kun. Banyak sesuatu yang bisa kita ketahui dari hal-hal sepele sekali pun, asalkan kita berpikir dengan cara yang luas. Lagipula, Raito-kun memang tidak banyak tahu tentang saya yang sebenarnya," jawab L serius.

Raito menatapnya. "Nah, kalau begitu, beritahu aku," dia menantang.

L memandangnya beberapa saat. "Baiklah. Kelihatannya Raito-kun termasuk tipe ketiga." L sekarang meraih cokelat almond terakhir dari dalam kotak, jempol dan telunjuknya melengkung saat memegang butiran cokelat, menempatkannya sejajar dengan wajah Raito.

"Karakteristik cokelat ini—walaupun kandungan cokelatnya merupakan campuran susu, krim dan almond, esensi rasanya tidaklah hilang—manis dan adiktif pada saat yang sama. Cokelat almond melambangkan seseorang yang percaya diri, tahu apa yang diinginkannya, dan paham bagaimana memanfaatkan situasi agar berbalik mendukungnya. Bisa dibilang punya sisi oportunis, tersembunyi maupun tidak."

"Dan kau katakan deskripsi itu melambangkan diriku?" tanya Raito memastikan. Dia menatap L dengan campuran perasaan takjub sekaligus geli.

"Ya, Raito-kun. Saya akui kualitas seperti itu memang terdapat dalam dirimu, dan saya tidak ragu untuk mengatakan kalau kau memang punya ambisi dan tahu cara mendapatkannya. Justru hal itulah yang menjadikanmu sebagai Raito-kun yang saya kenal."

L tersenyum tipis saat mengatakannya.

"Kau benar-benar punya cara pandang yang unik, Ryuuzaki," Raito menghela nafas.

"Terima kasih, Raito-kun. Saya anggap itu sebagai pujian."

L bergeser ke sampingnya, lalu menyodorkan sekotak cokelat lagi. "Pilih salah satu, tapi lakukan sambil menutup mata. Pilihanmu akan menentukan rasa cokelat apa yang menjadi komplemen bagi kepribadianmu."

Raito tercengang. Haruskah dia mengikuti semua hal yang kelihatan seperti omong kosong—terlebih lagi di depan Ryuuzaki?

Melihat Raito yang ragu-ragu, L membujuknya. "Sedikit cokelat akan merilekskanmu, Raito-kun. Ayo, pilih salah satu."

Mungkin, mencoba sekali saja tidak akan merugikan.

Raito memejamkan mata, membiarkan intuisinya memilih. Dia merasakan rasa manis bercampur pahit yang pekat mencair dalam mulutnya. Paduan dua rasa yang saling bertentangan, namun memikat bila menjadi satu.

Raito membuka mata.

Hal yang pertama dilihatnya adalah kedua bola mata hitam pekat milik L, ekuivalen dengan pilihan yang baru saja diambilnya. Bola mata L dan cokelat hitam yang memikat, keindahan tanpa tanding yang sama.

"Cokelat hitam... komplemen yang kau maksud bagiku, bukan begitu, Ryuuzaki?"

Ekspresi L melembut. "Jika memang itu yang kau pilih, Raito-kun."

Malam itu, ketenangan yang tidak dapat dijelaskan menguasai Raito. Dia membaringkan tubuhnya dengan rileks di kamar, dengan L di sampingnya. Biasanya Raito merasa terbelenggu dengan borgol yang merantainya kepada L, tapi kali ini dia tidak memprotes apa pun soal itu. Kesunyian mengambang, berpadu dengan heningnya malam.

L berbaring nyaris tanpa suara, derai napasnya berhembus teratur. Punggungnya yang dibalut kaus putih melengkung nyaman.

Raito beringsut menghadap L.

"Raito-kun? Belum tidur?"

"Jangan cemas. Kau yang lebih butuh tidur daripada aku."

"Raito-kun, kau terlalu menilai tinggi dirimu sendiri," kata L. Dia meraih selimut tebal yang terlipat di dekat kakinya, dan membentangkannya hingga menutupi mereka berdua. "Tidurlah. Pekerjaan untuk besok tidak bisa menunggu."

L segera tenggelam dalam tidur. Satu tangannya mendarat lembut di punggung tangan Raito.

Raito merebahkan kepalanya yang terasa berat di bantalan rambut hitam L, dan terlelap pulas tak lama sesudahnya.

Pintu kamar Misa berderak terbuka, membuat gadis itu mengalihkan perhatiannya dari majalah fashion yang sedang dibacanya.

"Raito! Misa senang kau datang!" pekik Misa riang ketika Raito memasuki kamarnya sore itu. "Membosankan sekali suasana hujan beberapa hari ini. Kita bisa kencan! Misa ingin mengajak Raito ke—yaah, ada Ryuzaki-san juga," dia bersungut.

"Jangan pedulikan, anggap saja saya tidak ada, Misa-san," ucap L, mengunyah sekantong permen jelly sambil berjongkok di sofa. Raito duduk di sampingnya.

"Ya sudah, Misa tidak peduli," Misa memutuskan. "Misa ingin sekali menghabiskan akhir pekan ini bersama Raito. Raito, mau minum apa? Oh ya, Raito pasti suka kopi hangat, kan, dalam cuaca seperti ini?"

"Tidak, kali ini segelas cokelat panas saja, Misa," kata Raito pada gadis ceria itu.

Misa berkedip beberapa kali, heran. "Eh? Misa kira karena Raito biasanya minum kopi..." kata-katanya mengambang, Misa tersenyum malu. "Baiklah, Raito!" Misa menepukkan tangan dengan ceria. "Tunggu sebentar, ya."

"Saya kira Raito-kun penggemar kopi," L buka suara ketika Misa berlalu pergi untuk membuat minuman.

"Kopi mengandung lebih banyak kafein daripada cokelat. Aku tidak ingin dibebani dengan zat seperti itu, setidaknya untuk saat ini," jawab Raito ringan. "Lagipula," pandangan mata cokelat teduhnya melembut saat beradu dengan pandangan L,"sepertinya aku mulai menyukai cokelat."

L tersenyum tipis. "Sudah saya duga, Raito-kun."

OWARI



Satu lagi fanfiction Death Note keren  yang saya tidak tahu siapa author nya u,u
fict ini juga hasil temuan di blog http://afanandika.blogspot.com/ dan mungkin fanfiction lama juga..
Waahh.. seandainya bisa tahu siapa penulisnyaaa~


Ja, kalau teman-teman ada yang tahu tentang penulis fict ini dan penulis fict yang ini, tolong  kasih tahu ya.. ^_^
Arigatou gozaimasu ^_^

[Fanfiction] Death Note: Hitam, Putih dan Cokelat

Posted by : yuliarie11
Date :Kamis, 09 April 2015
With 0komentar

Prologue Another Note - The Los Angeles BB Murder Files [Terjemahan Indonesia]

| Rabu, 18 Juni 2014
Baca selengkapnya »
Terjemahan bahasa Indonesia, Novel Death Note: Another Note - The Los Angeles BB Murder Files




Prolog

Ketika Beyond Birthday melakukan pembunuhan ketiganya, dia melakukan sebuah eksperimen, yaitu untuk mengetahui apakah mungkin seorang manusia meninggal akibat pendarahan internal tanpa merusak organnya. Ia membius korbannya sehingga mereka tak sadarkan diri, mengikat mereka, dan kemudian memukul seluruh lengan kiri mereka, namun berhati-hati agar kulitnya tidak rusak. Ia berharap agar menimbulkan pendarahan yang cukup untuk menyebabkan kematian akibat kekurangan darah, tapi sayangnya, percobaannya berakhir dengan kegagalan. Darahnya membeku di lengan dan berubah menjadi ungu kemerahan di bawah kulit, namun korbannya tidak meninggal. Mereka hanya shock, kejang, tapi tetap hidup. Ia yakin bahwa pendarahan yang terjadi karenanya seharusnya cukup untuk membunuh seseorang, tapi sepertinya dia telah meremehkan masalah ini. Sejauh yang Beyond Birthday perhatikan, metode sebenarnya dari pembunuhan dinilai cukup rendah untuk skala hiburan, dan tidak pernah lebih menarik dari percobaan. Bukan masalah penting baginya apakah percobaan itu sukses atau tidak. Beyond Birthday hanya mengangkat bahu, dan mengambill pisau...
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak.
Bukan gaya ini, bukan suara narasi ini -- Aku tidak akan pernah berhasil menjaga lengkungan nada ini hingga selesai. Semakin keras aku mencoba, aku akan semakin bosan dan semakin malas menulis. Untuk memasukkannya dalam istilah Holden Caulfield (salah satu sastrawan paling terkenal dalam sejarah) mungkin menjelaskan apa yang Beyond Birthday lakukan dan pikirkan tidak sesuai dengan tujuanku (meskipun sebenarnya aku bersimpati padanya). Menjelaskan semua pembunuhan yang dilakukannya dengan pemilihan kalimat yang hati-hati tidak akan menambah nilai catatan ini. Ini bukanlah laporan, bukan juga novel. Meskipun nantinya akan menjadi salah satu dari itu, aku tidak akan senang. Aku benci menggunakan kalimat usang, tapi aku membayangkan ketika orang-orang membaca kata-kata ini, aku sudah tidak lagi hidup.
Aku tidak perlu mengingatkan pembaca tentang pertarungan hebat antara Detektif terhebat abad ini, L, dan pembunuh mengerikan, Kira. Alat pembunuhannya sedikit lebih fantastis daripada Guillotine (misalnya), tetapi pencapaian semua Kira adalah kekuasaan lain dari teror dan cara berpikir kekanakan yang menyedihkan. Melihat kembali, aku hanya bisa menduga bahwa Dewa Kemenangan tersenyum pada Kira hanya untuk hiburan yang sia-sia. Mungkin Dewa-Dewa ini sebenarnya ingin dunia yang berlumuran darah penghianatan dan tuduhan palsu.
Mungkin seluruh kisah muncul sebagai pembelajaran yang mengajarkan kita perbedaan antara Tuhan dan Dewa Kematian. Siapa yang tahu? Aku sendiri tidak bermaksud menghabiskan waktu untuk berpikir seri paling buruk sebuah peristiwa.
Persetan dengan Kira.
Yang penting untukku adalah L.
L.
Detektif terhebat abad ini. Mengingat kemampuan mentalnya yang mengejutkan, L meninggal terlalu cepat dan tidak adil. Dalam catatan publik, ia telah memecahkan lebih dari 3500 kasus kejahatan sulit, dan mengirim penjahat ke penjara tiga kali jumlah itu. Dia memiliki kemampuan luar biasa, yang dapat menggerakkan setiap biro investigasi di seluruh dunia, dan telah menghargai usahanya. Dan selama itu, dia tidak pernah menunjukkan wajahnya. Aku ingin mencatat kata-katanya seakurat mungkin. Dan aku ingin meninggalkannya agar seseorang menemukannya. Sebagai seseprang yang diberikan kesempatan untuk mengikuti jejaknya. Yah, aku mungkin tidak bisa menggantikannya, tapi aku ingin meninggalkan catatan ini.
Jadi, apa yang kau baca saat ini adalah catatanku tentang L. Ini adalah catatan kematian, bukan dariku, dan bukan ditujukan untuk dunia. Orang pertama yang sangat ingin membaca ini kemungkinan adalah si kepala besar Near. Tapi jika seperti itu, aku tidak akan mengatakan padanya untuk merusak atau membakar halaman ini. Jika itu menyebabkan dia menderita karena aku mengetahui hal-hal tentang L yang dia tidak tahu, maka tak apa-apa. Dan ada kemungkinan Kira juga membaca ini... dan aku harap dia membacanya. Jika catatan ini menceritakan pembunuh, yang dibantu oleh buku pembunuh supranatural dan seorang Dewa Kematian bodoh, yang dalam keadaan apapun tidak layak dengan kotoran di bawah sepatu L, maka mereka telah menjalankan tugasnya.
Aku adalah satu dari sedikit orang yang pernah bertemu dengan L sebagai L. Kapan dan bagaimana aku bertemu dengannya... adalah satu-satunya kenangan paling berharga yang aku punya, dan aku tidak akan menuliskannya disini, tapi pada saat L menceritakan tiga cerita tentang keberaniannya,dan salah satunya melibatkan Beyond Birthday. Jika aku berhenti berdalih dan hanya menyebutnya Kasus Pembunuhan BB di Los Angeles, aku yakin banyak dari kalian yang telah mendengarnya. Sebenarnya, tidak pernah terungkap bahwa L dan yang lebih penting, Wammy's House, yang membesarkanku sampai aku 15 tahun-- sangat berhubungan dengan masalah ini, tapi kenyataannya mereka sangat berhubungan. L, pada prinsipnya, tidak pernah terlibat pada kasus kecuali ada korban lebih dari sepuluh orang atau mempertaruhkan satu juta dolar, dan inilah alasannya kenapa ia terlambat, tetapi dengan agresif melibatkan dirinya pada kasus kecil yang hanya memiliki tiga atau empat korban. Aku akan menjelaskan lebih lanjut pada halaman berikutnya, tapi untuk alasan ini, kasus Pembunuhan BB di Los Angeles adalah peristiwa penting bagi L, bagiku, bahkan bagi Kira. Ini adalah peristiwa sangat besar untuk kami semua.
Kenapa?
Karena pada kasus inilah dimana L pertama kalinya memperkenalkan dirinya sebagai Ryuzaki. Jadi, mari kita lewatkan semua deskiripsi masa lalu yang membosankan dari apa yang Beyond Birthday pikirkan, bagaimana ia membunuh korban ketiganya, karena aku tidak tertarik dengan itu semua, dan sementara kita disini, mari lewatkan korban pertama dan kedua, tidak perlu melihat pada pembunuhan sebelumnya, mod menyesuaikan lengan jam untuk pagi hari berikutnya, saat berkilauan ketika detektif terhebat abad ini, L, memulai penyelidikan kasus. Oh, aku hampir lupa. Jika orang lain selain si kepala besar Near atau pembunuh yang tertipu membaca catatan ini, aku setidaknya menunjukkan rasa hormat untuk memperkenalkan diri, sebagai akhir dari prolog ini. Aku adalah naratormu, navigatormu, penceritamu. Untuk orang lain selain dua orang itu, identitasku mungkin tidak menarik, tetapi dulu aku adalah nomor dua dunia, pemakai pakaian terbaik yang meninggal seperti anjing, Mihael Keehl. Aku menyebut diriku Mello dan ditujukan dengan nama itu, tetapi itu sudah lama sekali.
Kenangan baik dan mimpi buruk.

Death Note News 3 March 2014 [10th Anniversary Death Note]

| Minggu, 09 Maret 2014
Baca selengkapnya »
3 maret udah lewat lama banget ya.. hehehe..
Tugas banyak banget sampai nggak bisa nge-blog T^T

yak, ini hasil dari 'kejutan' di 10th Anniversary Death Note, di kutip dari chrunchyroll.com. check it out!



"Death Note" to Collaborate with
Real Escape Game in Early
Summer

The 10th anniversary portal site and Facebook page are also launched.
Not a new manga or anime, or even live-action film.
As reported, the countdown site for the 10th anniversary of the Death Note manga (story: Tsugumi Ohba/art: Takeshi Obata) officially revealed its commemorative project today on March 3. The franchise will collaborate with The Real Dasshutsu (Escape) Game and hold mystery solving events named "Escape from the God of the New World" in Tokyo and Osaka. In the Escape Game events, participants are trapped in an amusement park or stadium and have to make their escape by finding clues and solving puzzles. It previously collaborated with Detective Conan, Kindaichi Case Files, Evangelion, and also plans to hold events featuring Attack on Titan this summer.
"Escape from the God of the New World" is set in a world ruled by "New Kira," who claims himself as the successor of Kira. The participants of the game have to survive and escape from the traps set up by the new Kira in one hour. The Tokyo event will be held at Harajuku Himitsukichi of Scrap from May 30 to July 27, the Osaka event will be at Osaka Himitsukichi of Scrap from June 13 to July 27. The tickets for both events will go on sale at noon on March 21.
Is this what you expected for the 10th anniversary of Death Note?
Shueisha has also launched a portal site and official Facebook page for the anniversary. The site has announced the upcoming release of a smartphone game and posted mysterious numbers for the passwords.


Versi Indonesia-nya kira-kira begini:

"Death Note" akan berkolaborasi dengan game Real Escape pada awal musim panas.

Portal situs dan facebook dari 10th Anniversary sudah diluncurkan.
Bukan manga atau anime, bukan juga live-action.
Seperti yang dilaporkan, situs hitung mundur untuk peringatan 10 tahun manga Death Note (Story: Tsugumi ohba/Art: Takeshi Obata) secara resmi menyatakan peringatan proyek hari ini, pada 3 maret. Waralaba akan berkolaborasi dengan game The Real Dasshutsu (Escape) dan memecahkan misteri yang dinamakan "Escape from the God of the New World" (melarikan diri dari Dewa di dunia baru)
di Tokyo dan Osaka. Pada game Escape, peserta terjebak dalam taman hiburan atau stadion dan harus melarikan diri dengan menemukan petunjuk dan memecahkan puzzle. Game ini sebelumnya berkolaborasi dengan Detective Conan, Kindaichi Case Files, Evangelion, dan berencana akan menggelar acara yang menampilkan Attack on Titan musim panas ini.
"Escape from the God of the New World" di tempatkan di dunia yang diatur oleh "New Kira", yang menyatakan dirinya sebagai penerus Kira. Peserta dari Game ini harus bertahan hidup dan melarikan diri dari jebakan-jebakan yang dibuat oleh "New Kira" dalam waktu satu jam. Di Tokyo, acaranya akan ditempatkan di Harajuku Himitsukichi Scrap dari tanggal 30 Mei sampai 27 Juli, dan di Osaka, acaranya akan diadakan di Osaka Himitsukichi Scrap dari tanggal 13 Juni sampai 27 Juli. Tiket kedua acara tersebut akan mulai di jual pada tengah hari tanggal 21 Maret.
Apakah ini yang kalian harapkan dari peringatan ke-10 tahun Death Note?
Shueisha juga akan meluncurkan portal situs dan facebook resmi untuk peringatan ini. Situs ini telah mengumumkan peluncuran game smartphone dan memasang nomor misterius sebagai password-nya.


Gimana? Sesuai dengan yang kalian harapkan nggak?
Nggak sabar nih, menunggu kabar selanjutnya ^_^

sumber: chrunchyroll.com

Death Note News 3 March 2014 [10th Anniversary Death Note]

Posted by : yuliarie11
Date :Minggu, 09 Maret 2014
With 0komentar

Happy Birthday Light Yagami [Mengenang Death Note]

| Jumat, 28 Februari 2014
Baca selengkapnya »


Nama: Light Yagami

Lahir: 28 Februati 1986 (1989 di anime)

Tinggi: 179 cm

Berat: 64,1 kg

Golongan darah: A

Pekerjaan: Mahasiswa To-Oh University (東応大学, Tōō Daigaku), Detektif

Suka: Keadilan

Tidak suka: Kejahatan

Status:



Quotes:



“Aku akan membuat dunia mengetahuinya.. bahwa seseorang telah mengadili mereka." (Chapter 1)

“Aku akan memerintah dunia yang baru." (Chapter 1)

“Kau tidak akan pernah bisa menang jika kau selalu bertahan. Untuk menang, kau harus menyerang." (Chapter 20)
(To Ryuk, regarding the Death Note)

“Aku tidak pernah beranggapan menemukan buku itu dan mendapatkan kekuatan kemalangan." (Chapter 22)

“Inilah pertama kalinya aku benar-benar ingin memukuli seorang wanita." (Chapter 31)

“Aku akan lebih mendekati Misa dan membuatnya lebih jatuh cinta padaku." (Chapter 32)

“Tepat seperti rencana." (Chapter 53)

“Aku akan menyelesaikan tugas sekolahku dengan tangan kanan dan menulis nama dengan tangan kiriku. Aku akan mengambil keripik kentang dan memakannya." (Episode 8)

“Dalam keadaan normal,manusia harus selalu berkembang sebagai makhluk terhebat di Bumi ini, tetapi sebenarnya kita mengalami kemunduran. Dunia telah membusuk. Politik, hukum, pendidikan.. Apakah ada seseorang yang akan memperbaiki dunia ini? Tidak ada yang akan melakukannya." (Episode 37)

“Aku mengerti bahwa membunuh orang adalah tindakan kriminal. Tapi tidak ada jalan lain! Dunia harus diperbaiki! Suatu tujuan yang hanya diberikan untukku! Hanya aku yang bisa melakukannya. Siapa lagi yang bisa melakukannya sampai sejauh ini? Akankah mereka meneruskannya? Hanya aku.. yang bisa membuat dunia yang baru.. hanya aku." (Episode 37)

“Segerombolan orang bodoh yang putus asa.”

“Aku akan membuatmu mempercayaiku. Dan ketika kau telah menceritakan segalanya yang aku perlukan, aku akan membunuhmu."

“Sesuatu yang paling aku benci adalah menginjak-injak cita-cita orang lain."

“Aku akan menjadi Dewa di dunia ini."

“Aku akan menghidupkan jam ini dan Death Note di tanganku. Saat itu pasti akan datang."

“Ayo kita tangkap Kira.. bersama-sama."

“Jika kita menangkap Kira, dia adalah penjahat. Tetapi, jika dia menang dan memerintah dunia, dia adalah keadilan."



Huwaaaaa... Saya ingin menangis ketika mengingat kematian Light :'(
Light adalah keadilan. Sebenarnya Light itu sama sekali tidak jahat. Hanya saja, dia terobsesi dengan Death Note dan benar-benar menjadi pembunuh ketika dia mulai menghakimi detektif-detektif dan orang-orang yang ingin mengungkap identitasnya dan menangkapnya :'(
Di salah satu blog yang juga membahas Death Note, saya menemukan sebuah komentar:

Seandainya Light adalah manusia nyata, dia adalah salah satu manusia yang menurutku tidak punya hak untuk mati. Kematiannya adalah suatu kesalahan besar.



Aku setuju dengan pernyataan itu. Light adalah seseorang yang memiliki keadilan yang sangat tinggi.. Seandainya ada orang seperti dia di Indonesia..
Huhuhuhu :'(



Selamat ulang tahun, kakak ku..
Aku menantikan kembalinya dirimu :'(




Source: dari berbagai sumber

Happy Birthday Light Yagami [Mengenang Death Note]

Posted by : yuliarie11
Date :Jumat, 28 Februari 2014
With 0komentar

[News] Death Note 10th Anniversary

|
Baca selengkapnya »
Para penggemar Death Note, berbahagialah karena sebentar lagi akan ada 'kejutan' dari Death Note untuk seluruh penggemarnya di 10th Anniversary-nya tahun ini. Di website nya, http://www.j-deathnote.com, terdapat countdown (hitung mundur)yang sangat misterius, dan terdapat tulisan "Jika kamu menyentuh buku ini, maka ingatanmu akan kembali". Setelah Death Note tersebut disentuh dengan pointer mouse, memang muncul gambar Ryuk. Kira-kira, ingatan apa yang akan kembali?



Untuk penggemar Death Note (sama seperti saya heheh :p), berita ini pasti sangat ditunggu-tunggu. Sebenarnya berita ini sudah cukup lama hehehe saya selalu ketinggalan dalam hal men-share :p

Berikut adalah kutipan dari sebuah page:

"Death Note" 10th Anniversary
Countdown Site Launched
The details will be revealed on March 3
Shueisha has opened a mysterious countdown site
for the 10th anniversary of the Death Note manga by
Tsugumi Ohba (story) and Takeshi Obata (art). It
says, "If you touch this note, your memory will
revive." Counting the clock, the details about the 10th
anniversary project will be revealed at 12:00 on
March 3 (JST), 19:00 on March 2 (PST). What's your
expectation for this project? New manga/anime
series? Social game? Or it's just an announcement for
the 2015 musical?
Death Note was serialized in Shueisha's Weekly
Shonen Jump from December 2003 to May 2006,
releasing a total of 12 tankobon volumes. The total
worldwide sales is reportedly more than 30 million
copies. The series also had a 37-episode TV anime
series and three live-action films. It is considered as
one of the most successful manga series in the
2000's.

Source: Otakuma Keizai Shimbun
© Tsugumi Ohba, Takeshi Obata/Shueisha


Mari kita tunggu 'kejutan' apakah yang akan diberikan dari Tsugumi Ohba-sensei dan Takeshi Obata-sensei(^_^)
Jangan lupakan tanggal pentingnya: 3 Maret 2014, pukul 12.00 (waktu jepang) atau sekitar pukul 14.00 (waktu indonesia).

[News] Death Note 10th Anniversary

Posted by : yuliarie11
Date :
With 0komentar

[Mengenang Death Note] Light Yagami (Kira) vs Nate river (Near)

| Sabtu, 20 April 2013
Baca selengkapnya »


Sejak Kira muncul 6 tahun lalu, perang berhenti dan tingkat kejahatan dunia turun 70%. Tapi dunia masih tetap busuk. Seseorang harus melakukannya.
Saat aku dapat buku itu, aku tahu aku harus melakukannya. Tidak, tapi hanya aku lah yang bisa melakukannya. Aku tahu membunuh orang itu kehajatan, tapi hanya inilah cara untuk menyelamatkan dunia. Ini tugas yang diberikan padaku. Hanya aku yang bisa melakukannya. Apa orang lain bisa melakukannya? Apa mereka bisa melakukan sebanyak ini? Apa mereka bisa meneruskannya?
Ya, satu-satunya yang bisa menciptakan dunia baru... adalah aku.
(Light Yagami)

Tidak, kau hanyalah seorang pembunuh. Dan buku ini [Death Note], adalah senjata pembunuh terburuk dalam sejarah. Kau mengalah pada buku itu dan Shinigami. Kau hanyalah pembunuh yang gila, yang membodohi diri sendiri menjadi Tuhan.
(Nate River)

[Mengenang Death Note] Light Yagami (Kira) vs Nate river (Near)

Posted by : yuliarie11
Date :Sabtu, 20 April 2013
With 0komentar
Prev
▲Top▲